PPM Darul Istiqamah Gelar Ujian Syafahi dan Tahriri Pasca “Daurul Lughah Al-Arobiyyah”

Barabai (PPM Darul Istiqamah) — Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah dalam mengembangkan dan upaya mengetahui daya serap para santri/santriwati kelas XI (Sebelas) dan kelas V (Lima) di bidang bahasa arab, PPM Darul Istiqamah adakan ujian melalui kegiatan Daurul Lughah Al-Arobiyyah yang telah dilaksanakan selama 4 pekan sebelumnya. Selasa, 07/02/2023.

PPM Darul Istiqamah menyelenggarakan ujian dengan menggunakan dua sistem yaitu syafahi (ujian lisan) dan tahriri (ujian tulis). Santri/santriwati harus benar-benar mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian lisan dan ujian tulis tersebut, guna mengetahui perkembangan para santri/santriwati dalam kecakapan berbahasa arab sehingga bisa menjadi tolak ukur dan bahan evaluasi untuk para asatidz/ustadzaat ke depannya.

Pimpinan Pondok melalui Ustadzah Kiki Mustaqimah, Lc, sekaligus pemrakarsa kegiatan Daurul Lughah Al-Arobiyyah, menyampaikan “Tujuan diadakannya ujian dalam kegiatan Daurul Lughah ini adalah untuk mengevaluasi perkembangan dan hasil pembelajaran santri/santriwati selama mengikuti kegiatan Daurul Lughah Al-Arobiyyah,” tutur Ustadzah Kiki Mustaqimah.

“Selain bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan perkembangan santri/santriwati dalam hal pengetahuan, penguasaan materi dan tingkat pemahaman materi yang sudah diajarakan di kelas. Ujian yang dilaksanakan dari kegiatan ini diharapkan dapat mendidik santri/santriwati untuk mencintai ilmu bahasa arab, sehingga dapat menciptakan sebuah motivasi dan motto tersendiri di dalam hati. Belajar itu bukanlah untuk sekedar mengikuti ujian, namun ujian merupakan sarana untuk belajar. Maka, santri/santriwati PPM Darul Istiqamah mengenal istilah ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian,” lanjut Ustadzah Kiki Mustaqimah.

Koordinator kegiatan, Ustadz Ahmad Nailul Fadli, Lc menyampaikan ujian pasca Daurul Lughah Al-Arobiyyah dilaksanakan selama dua hari dengan dengan format satu hari ujian lisan dan satu hari berikutnya ujian tertulis.

“Ujian ini tidak hanya melibatkan para santri/santriwati kelas XI (sebelas) dan kelas V (lima) saja, akan tetapi juga melibatkan seluruh asatidz/ustadzaat yang aktif mengajar di Daurul Lughah Al-Arobiyyah, sehingga pelaksanaannya pun terorganisasi dengan baik melalui panitia ujian yang ditentukan Pimpinan Pondok,” terang Ustadz Ahmad Nailul Fadli.

Penguji Daurul Lughah Al-Arobiyyah Ustadz Halim Rofi’i mengungkapkan “Ujian di PPM Darul Istiqamah tidak hanya meliputi aspek akademis, akan tetapi juga mencakup aspek mental. Sehingga, ujian yang ada di pondok ini menuntut seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dan jujur,” ujar Ustadz Halim.

Santri kelas XI Madrasah Aliyah sekaligus peserta Daurul Lughah Al-Arobiyyah Dimas Abdullah Ahmad menyampaikan perasaan syukurnya dengan adanya ujian ini, karena dapat mengembalikan semangat belajarnya.

“Saya merasakan perasaan sedih karena banyak tidak bisa menjawab pertanyaan dari penguji, dan saya diberikan ustadz nasehat agar belajar lebih giat dan baik lagi sehingga saat itu saya bertekad akan belajar lebih bersungguh-sungguh lagi,” ujar Dimas ketika ditanya salah satu penguji kenapa bersedih dan menangis.

Penulis: Baqi
Foto: Copyright DARUL ISTIQAMAH MEDIA