Aktivitas Ramadhan 1447 H Resmi Dibuka, Ratusan Santri PPM Darul Istiqamah Antusias Ikuti 22 Cabang Lomba

Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah kembali menggelar kegiatan Aktivitas Ramadhan 1447 Hijriah yang diikuti ratusan santri dan santriwati. Kegiatan tahunan tersebut resmi dibuka pada Ahad (22/2/2026) di aula pondok putra dan berlangsung dengan penuh antusiasme.

Aktivitas Ramadhan merupakan program pembinaan rutin yang dirancang sebagai wadah pengembangan bakat, minat, serta pembentukan karakter santri. Melalui berbagai perlombaan bernuansa Islami dan edukatif, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat ibadah, kreativitas, serta jiwa kompetisi yang sehat sebagai bekal berkiprah di tengah masyarakat.

Pada tahun ini, panitia mempertandingkan 22 cabang lomba yang terbagi dalam tiga kategori utama, yakni Bahasa, Dakwah, dan Literasi; Al-Qur’an dan Ibadah; serta Seni, Kreativitas, dan Digital. Cabang lomba tersebut meliputi pidato dan debat tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), pildacil/da’i/da’iyah, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Fahmil dan Hifzul Qur’an, Tilawah dan Syarhil Qur’an, hingga kaligrafi, nasyid Islami, poster resmi Ramadhan 1447 H, dan media kreatif digital.

Kegiatan Aktivitas Ramadhan secara resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Basuni. Dalam sambutannya, Beliau menegaskan bahwa pendidikan di pondok pesantren ini tidak hanya berfokus pada penguatan aspek keagamaan, tetapi juga pada penguasaan ilmu pengetahuan umum sebagai bekal santri dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut K.H. Hasan Basuni, keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri yang adaptif dan berdaya saing. Santri diharapkan mampu menempatkan diri di berbagai lapisan masyarakat serta berperan aktif dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan.

Santri harus mampu beradaptasi di lapisan masyarakat mana pun, tidak kaku, serta siap menyampaikan kebaikan walau hanya satu ayat,” ujar K.H. Hasan Basuni.

K.H. Hasan Basuni juga mengingatkan agar para santri tidak menunggu kesempurnaan untuk mulai berdakwah dan berbuat kebaikan. Proses pembelajaran, menurut beliau, harus berjalan beriringan dengan penguatan akhlak dan kesadaran diri.

Terus asah pikiran, jaga hati, dan gerakkan seluruh potensi diri dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan memiliki sebab dan akibat. Kalian sedang menyiapkan diri untuk berkiprah di tengah masyarakat,” tambah K.H. Hasan Basuni.

Lebih lanjut, K.H. Hasan Basuni menekankan pentingnya menghidupkan tiga unsur utama dalam diri, yakni pikiran yang lurus, hati yang hidup, serta pengendalian anggota tubuh (jawarih) seperti lisan dan perbuatan. Beliau menegaskan bahwa di lingkungan pondok, penerapan iqab atau sanksi bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan sarana pendidikan untuk menanamkan kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan.

Kegiatan Aktivitas Ramadhan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembinaan santri agar memiliki kesiapan ilmu, kematangan akhlak, serta kemampuan beradaptasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, salah satu panitia pelaksana, Ustadzah Siti Hayatun Ni’mah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana pembentukan mental dan kepemimpinan santri selama pelaksanaannya hingga 28 Februari mendatang.

Kami berharap Aktivitas Ramadhan ini menjadi ajang latihan keberanian, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Santri tidak hanya tampil untuk menjadi juara, tetapi belajar berproses, bekerja sama, dan membangun kepercayaan diri,” tutur Ustadzah Hayatun Ni’mah.

Dengan semangat Ramadhan 1447 H, para santri PPM Darul Istiqamah diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai sarana meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan peran aktif di tengah masyarakat.

Loading