
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Rangkaian kegiatan Perkemahan Akbar Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) ke-XXI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah memasuki hari terakhir. Menjelang penutupan resmi kegiatan kepramukaan tersebut, panitia menggelar Upacara Api Unggun Gembira pada Jum’at malam (30/1) bertempat di Aula PPM Darul Istiqamah Putra.
Kegiatan api unggun merupakan salah satu agenda penting dalam pendidikan kepramukaan yang sarat dengan nilai edukatif. Api unggun tidak hanya menjadi simbol kebersamaan dan semangat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta penguatan mental para andika pramuka. Melalui prosesi api unggun, peserta diajak menanamkan nilai tanggung jawab, keberanian, kerja sama, serta jiwa pengabdian yang menjadi inti pendidikan kepramukaan.
Seluruh petugas upacara api unggun, mulai dari pimpinan pleton, komandan upacara, hingga pembawa obor, berasal dari panitia pelaksana LP3 ke-XXI. Upacara dipimpin oleh Akhi Muhammad Kabul Mulki selaku Komandan Upacara, sementara Ustadzah Elisa Hayatun, S.E., putri pertama Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta andika pramuka putra dan putri, serta dewan Asatidz dan Ustadzaat PPM Darul Istiqamah.
Dalam amanatnya, Ustadzah Elisa Hayatun menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan jiwa kepemimpinan santri. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya mampu mengatur anggota dan menyampaikan visi dan misi, tetapi juga bertanggung jawab dalam mengawal serta mendampingi proses kepemimpinan dari awal hingga akhir.
“Pendidikan kepramukaan adalah pendidikan kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak boleh lepas tangan, harus konsisten mendampingi anggotanya, berani menghadapi masalah, dan mampu menghadirkan solusi. Pemimpin juga harus menjadi teladan, memiliki empati, serta menjiwai apa yang dipimpinnya,” ujar Ustadzah Elisa Hayatun.
Lebih lanjut, Beliau menjelaskan bahwa seluruh ritme kehidupan di pondok pesantren merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Santri dibiasakan berperilaku positif, memiliki pola pikir positif, belajar menjadi pribadi yang dewasa, serta menjaga kebersihan hati dan pikiran karena hal tersebut berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
“Di pondok, semuanya adalah pendidikan. Kita ingin membentuk karakter yang baik agar kelak lahir pemimpin-pemimpin yang adil, berkualitas, dan berakhlak mulia. Hati yang bersih akan memengaruhi pikiran, dan pikiran yang sehat akan membentuk pribadi yang kuat,” tambah Ustadzah Elisa Hayatun.

Sementara itu, Komandan Upacara Api Unggun Gembira, Akhi Muhammad Kabul Mulki, menyampaikan bahwa pelaksanaan api unggun menjadi momentum penting bagi panitia dan peserta untuk mengaplikasikan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama tim yang telah dipelajari selama perkemahan.
“Api unggun ini bukan sekadar seremonial, tetapi sarana pembelajaran langsung bagi kami. Kami belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Semoga nilai-nilai yang kami dapatkan selama LP3 ke-XXI ini dapat terus kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Pada akhir kegiatan Api Unggun Gembira, panitia menayangkan video ucapan selamat, semangat, dan apresiasi kepada seluruh andika pramuka putra dan putri. Ucapan tersebut disampaikan oleh Ustadzah Kiki Mustaqimah, Lc., putri ketiga Pimpinan PPM Darul Istiqamah, yang saat ini tengah berada di Birmingham, Inggris untuk menempuh pendidikan magister (S2). Apresiasi dan do’a juga disampaikan oleh sang suami, Ustadz Ahmad Nailul Fadli, Lc., yang saat ini sedang melanjutkan studi S2 di Spanyol.
Melalui tayangan tersebut, seluruh peserta diajak untuk terus menjaga semangat belajar, berproses, serta mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dan kepesantrenan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya Upacara Api Unggun Gembira ini, rangkaian kegiatan LP3 ke-XXI PPM Darul Istiqamah diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam serta menjadi bekal pembentukan karakter dan kepemimpinan santri di masa mendatang. (Rep. Mb/Ft. Uldy).




![]()