
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Perkemahan Akbar Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) XXI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah memasuki hari terakhir pelaksanaan lomba. Kegiatan akbar kepramukaan tersebut dijadwalkan ditutup pada Sabtu (31/1/2026), diawali dengan malam api unggun pada Jum’at malam (30/1/2026) serta pengumuman para juara pada keesokan harinya.
LP3 merupakan agenda tahunan PPM Darul Istiqamah yang diikuti oleh andika pramuka dari gugus depan putra dan putri. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 26 Januari 2026 dan mempertandingkan sebanyak 54 cabang lomba yang meliputi aspek keterampilan kepramukaan, ketangkasan, kepemimpinan, kerja sama, serta kreativitas santri.
Pada pelaksanaan LP3 ke-XXI tahun ini, panitia menghadirkan satu cabang lomba baru yang pertama kali dipertandingkan, yakni BP Art Challenge (Baden-Powell Art Challenge). Lomba tersebut mengangkat seni lukis dengan objek Lord Robert Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka dunia, sebagai tokoh sentral. Kehadiran lomba ini selaras dengan tema LP3 XXI, “Scout Is Unstoppable”, yang menegaskan bahwa pramuka tidak hanya dituntut tangguh secara fisik, tetapi juga kreatif dan berdaya cipta.
Salah satu anggota Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) Pramuka PPM Darul Istiqamah, Ustaz Benny Pratama, menjelaskan bahwa BP Art Challenge bertujuan menanamkan nilai historis dan keteladanan kepanduan kepada santri melalui pendekatan seni.
“Melalui lomba ini, kami ingin mengenalkan kembali sosok Baden-Powell sebagai pendiri Gerakan Pramuka dunia, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan apresiasi seni di kalangan andika. Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris dan ketangkasan, tetapi juga tentang ekspresi, nilai, dan pemahaman sejarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi lomba tersebut diharapkan mampu memperkaya khazanah kegiatan kepramukaan di lingkungan pondok pesantren serta menjadi sarana edukatif yang menyenangkan bagi peserta.
Sementara itu, penanggung jawab lomba BP Art Challenge, Muhammad Rafi Wijaya, menuturkan bahwa antusiasme peserta terhadap cabang lomba baru ini tergolong tinggi. Menurutnya, para peserta mampu mengekspresikan pemahaman nilai kepanduan melalui karya seni lukis yang beragam.
“Alhamdulillah, meskipun ini lomba perdana, antusiasme peserta sangat tinggi. Dari karya yang dihasilkan terlihat bahwa mereka tidak hanya melukis secara teknis, tetapi juga memahami makna perjuangan dan semangat kepanduan yang diwariskan Baden-Powell,” ungkapnya.
Ia berharap BP Art Challenge dapat terus dipertandingkan pada pelaksanaan LP3 berikutnya sebagai salah satu cabang unggulan yang memadukan seni, edukasi, dan nilai-nilai kepramukaan.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, LP3 XXI PPM Darul Istiqamah diharapkan mampu melahirkan generasi pramuka santri yang tangguh, kreatif, dan berkarakter, sejalan dengan semangat Scout Is Unstoppable yang diusung pada tahun ini. (Rep. Mb/Ft. Benny).
![]()