Nasyid Menggema dan Faiz/Faizah Uji Wawasan, Hari Kelima Aktivitas Ramadhan 1447 H PPM Darul Istiqamah Berlangsung Semarak

Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Memasuki hari kelima pelaksanaan Lomba Aktivitas Ramadhan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah kembali menggelar rangkaian perlombaan yang dipusatkan di aula pondok putra, Kamis (26/2/2026). Pada kesempatan tersebut, panitia pelaksana memfokuskan kegiatan pada dua cabang lomba, yakni nasyid islami dan faiz/faizah (The Number One).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Aktivitas Ramadhan 1447 Hijriah yang mengusung tema “Peran Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup di Era Digital dan Perkembangan Zaman.” Seluruh santri dan santriwati turut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan perlombaan tersebut sebagai sarana mengasah bakat, memperluas wawasan, serta memperkuat internalisasi nilai-nilai Qur’ani di lingkungan pondok pesantren maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebelumnya, panitia menjadwalkan penjurian Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan cabang seni islami yang meliputi Kaligrafi Naskah, Kaligrafi Mushaf, Kaligrafi Kontemporer, Melukis Islami, serta Kartun Islami selesai pada siang hari ini dan langsung memasuki tahap penilaian akhir. Namun, karena kendala teknis, proses tersebut ditunda hingga esok hari. Dengan demikian, agenda hari kelima difokuskan sepenuhnya pada lomba nasyid islami dan faiz/faizah.

Lomba nasyid islami menjadi salah satu cabang yang paling menyedot perhatian. Sebanyak 12 grup vokal dari masing-masing angkatan tampil membawakan lagu-lagu bernuansa dakwah dengan aransemen harmonis dan penuh semangat. Lantunan syair islami menggema di seluruh ruangan, menciptakan suasana religius sekaligus kompetitif. Antusiasme tidak hanya datang dari kalangan santri dan santriwati, tetapi juga sejumlah alumni yang turut hadir memberikan dukungan kepada adik-adik kelas mereka.

Sementara itu, lomba faiz/faizah merupakan cabang baru yang diperkenalkan pada Aktivitas Ramadhan tahun ini. Perlombaan ini mengusung konsep adu cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar ilmu keislaman menggunakan media kertas dan pena. Peserta yang menjawab benar berhak melaju ke babak berikutnya hingga tersaring menjadi grand finalis. Sistem eliminasi tersebut dirancang untuk menguji ketangkasan berpikir, ketelitian, serta keluasan wawasan keislaman para peserta.

Ketua panitia pelaksana, Ustadz Ahsin Nabil, menyampaikan bahwa penambahan cabang lomba tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat semangat belajar santri di bulan suci Ramadan.

Melalui lomba nasyid dan faiz/faizah ini, kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya mengasah bakat seni santri, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an dan ilmu keislaman. Kami berharap para santri mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan era digital,” ujar Ahsin Nabil.

Salah satu peserta, Ahmad Ilham, santri kelas XII SMK, mengaku antusias mengikuti perlombaan tahun ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya melatih keberanian tampil, tetapi juga menambah wawasan keislaman kami. Suasananya seru dan penuh semangat,” tuturnya.

Dengan partisipasi aktif seluruh santri dan santriwati, pelaksanaan hari kelima Aktivitas Ramadhan 1447 H berlangsung tertib dan penuh semangat. Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

Loading