
Barabai (PPM Darul Istiqamah) — Hari pertama pelaksanaan Ujian Syafahi (lisan) bagi santri kelas akhir di Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah tahun pelajaran 2025/2026 berlangsung lancar dan tertib. Kegiatan yang digelar di aula pondok pada Senin (4/5/2026).
Ujian Syafahi ini diikuti oleh 80 santri dari jenjang kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs), kelas XII Madrasah Aliyah (MA), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin (4/5) hingga Kamis (7/5) ini merupakan bagian dari evaluasi akhir tahun pelajaran untuk mengukur kompetensi santri secara menyeluruh, meliputi aspek kognitif, keterampilan berbahasa, serta praktik keagamaan.
Sebelumnya, sepekan sebelum pelaksanaan ujian lisan ini, para santri kelas akhir juga telah mengikuti ujian tahriri (tulis). Ujian tersebut menjadi tahapan awal dalam mengukur pemahaman akademik santri, sebelum dilanjutkan dengan ujian syafahi yang menitikberatkan pada kemampuan praktik dan komunikasi secara langsung.
Sebanyak 15 guru pengampu ditugaskan sebagai penguji sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Mereka terbagi ke dalam empat bidang utama, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ibadah Amaliyah, dan Tasmi’ Al-Qur’an. Pembagian ini dilakukan guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Kepala Divisi Pengajaran dan Kurikulum PPM Darul Istiqamah, Ustadz Suleman, S.Pd.I., menegaskan bahwa Ujian Syafahi merupakan instrumen penting dalam menilai kesiapan santri secara menyeluruh.
“Ujian Syafahi ini menjadi tolok ukur dalam melihat sejauh mana santri mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari, baik dalam aspek bahasa maupun praktik ibadah. Kami berharap santri dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Ustadz Suleman.
Pelaksanaan ujian dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal dan bidang yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menjaga pemerataan penilaian serta menjamin objektivitas hasil akhir. Meskipun berlangsung secara intensif, suasana ujian tetap kondusif dengan pengawasan para penguji.
Salah satu peserta ujian, santri kelas IX MTs, Muhammad Rafa Alauddin, mengungkapkan bahwa ujian syafahi memberikan tantangan tersendiri sekaligus pengalaman berharga.
“Ujian ini cukup menegangkan karena kami harus menjawab langsung di hadapan penguji. Namun, ini juga melatih kepercayaan diri dan menguji sejauh mana pemahaman kami selama belajar di pondok pesantren,” tuturnya.
![]()