
Barabai (PPM Darul Istiqamah) — Dalam upaya meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris para santri, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah secara aktif menggelar pembelajaran bahasa Inggris bulanan bersama Ustadzah Lena Hanifah, S.H., LL.M., Ph.D. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan pondok pada Sabtu, 18 April 2026.
Pada pertemuan kali ini, peserta yang mengikuti pembelajaran adalah santri kelas XI Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka merupakan santri yang baru dilantik sebagai pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) masa percobaan periode 2026/2027, sehingga materi yang disampaikan juga disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab mereka sebagai pengurus.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadzah Lena Hanifah menyampaikan materi seputar organisasi, khususnya mengenai OPPM, tanggung jawab pengurus, serta pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan. Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa Inggris secara penuh (full English), sehingga para santri tidak hanya memahami isi materi, tetapi juga terlatih dalam kemampuan mendengar dan berbicara dalam bahasa Inggris.
Selain aktif sebagai pengajar dalam kegiatan ini, Ustadzah Lena Hanifah juga dikenal sebagai dosen tetap dan Sekretaris Bagian Hukum Perdata di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Pusat Studi Gender (PSG) ULM serta perwakilan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ULM.
Dalam penyampaiannya, Ustadzah Lena Hanifah menekankan pentingnya penggunaan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global sekaligus sarana membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas.
“Belajar bahasa Inggris bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana menyampaikan nilai, gagasan, dan tanggung jawab secara tepat. Terlebih bagi pengurus OPPM, mereka harus mampu menjadi teladan, termasuk dalam membangun lingkungan yang aman, disiplin, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ungkap Ustadzah Lena Hanifah.
Beliau juga menambahkan bahwa pembelajaran dengan metode praktik langsung akan lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri santri.
“Saya berharap para santri tidak takut untuk mencoba dan berbicara. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah keberanian untuk terus berkembang,” tambah Ustadzah Lena Hanifah.
Salah satu santri peserta, Ahmad Erwin Maulana, mengaku sangat senang dan merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai pembelajaran yang diberikan tidak hanya menambah wawasan bahasa, tetapi juga memberikan pemahaman baru dalam menyikapi kehidupan di pondok pesantren.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Kami tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana menyikapi ta’zir santri, khususnya dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembelajaran bahasa Inggris bulanan ini, PPM Darul Istiqamah berharap para santri mampu meningkatkan kemampuan berbahasa asing sekaligus membentuk karakter kepemimpinan yang berwawasan luas, disiplin, dan berakhlak mulia.

![]()