Hari Keempat Aktivitas Ramadhan, Peserta Lomba KTI Al-Qur’an PPM Darul Istiqamah Capai 70 Persen Penyelesaian

Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Suasana serius namun penuh semangat tampak di ruang Laboratorium putri Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah pada Rabu (25/2/2026). 

Memasuki hari keempat pelaksanaan Aktivitas Ramadhan, para peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an terlihat fokus merampungkan tulisan mereka. Hingga hari ini, capaian penyelesaian karya telah mencapai sekitar 70 persen.

Lomba ini menjadi salah satu agenda unggulan yang dirancang untuk menumbuhkan budaya literasi, daya kritis, serta kemampuan analisis santri terhadap persoalan kontemporer dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan berpikir.

Kegiatan tersebut diikuti oleh santri dan santriwati kelas IX MTs serta XII MA/SMK, dan dilaksanakan selama tiga hari dengan jadwal penutupan pada Kamis sore.

Untuk jenjang MTs, peserta diwajibkan menulis dalam bentuk esai, sedangkan jenjang MA/SMK menyusun makalah ilmiah. Adapun kriteria penilaian meliputi kesesuaian format, ketepatan tata bahasa, kekuatan gagasan, validitas sumber informasi, serta kualitas simpulan yang dihasilkan.

Selain menyusun karya tulis, peserta juga diwajibkan menyiapkan bahan presentasi dalam bentuk PowerPoint sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas gagasan yang disampaikan.

Penanggung jawab lomba, Ustadzah Saidatul Maryam, menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Peran Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup di Era Digital dan Perkembangan Zaman.

Melalui lomba ini, kami ingin melatih santri untuk mampu mengkaji permasalahan aktual, kemudian menghadirkan solusi berdasarkan sudut pandang yang selaras dengan syariat Islam. Mereka tidak hanya dituntut menulis secara sistematis, tetapi juga mempertanggungjawabkan gagasannya melalui presentasi ilmiah,” ujar Ustadzah Saidatul Maryam.

Ustadzah Saidatul Maryam menambahkan, demi menjaga integritas dan kemandirian berpikir peserta, panitia tidak memperbolehkan penggunaan internet selama perlombaan berlangsung. Peserta hanya diperkenankan membawa laptop pribadi serta buku-buku referensi yang relevan dengan tema tulisan. Setelah sesi lomba berakhir, laptop wajib ditinggalkan di lokasi untuk memastikan proses berjalan tertib dan objektif.

Sementara itu, salah satu peserta kelas IX MTs, Muhammad Hilal Ramadhan, mengaku tertantang mengikuti perlombaan tersebut.

Lomba ini membuat saya belajar lebih dalam memahami Al-Qur’an dan mengaitkannya dengan perkembangan zaman sekarang. Walaupun tidak boleh menggunakan internet, justru itu melatih kami untuk lebih mandiri dalam berpikir dan menggali referensi dari buku yang ada,” tutur Hilal Ramadhan.

Dengan capaian 70 persen penyelesaian karya pada hari keempat, panitia optimistis seluruh peserta mampu menuntaskan tulisan terbaiknya sesuai jadwal. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga terampil menyampaikan gagasan ilmiah yang relevan dengan tantangan era digital.

Loading