
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Masa kelulusan bukan sekadar akhir dari sebuah fase pendidikan, melainkan gerbang awal menuju pengabdian yang lebih luas. Menyadari pentingnya momentum transisi tersebut, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah sukses menyelenggarakan agenda tahunan “Pembekalan Santri Kelas Akhir” bagi jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2026. (23/5).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (20/5) hingga Sabtu (23/5) di Pondok Putri ini, mengusung tema “Membentuk Generasi Santri yang Berilmu, Berakhlak, dan Siap Menghadapi Masa Depan.” Agenda ini diikuti oleh ratusan santri kelas akhir guna menjadi wadah strategis bagi mereka untuk mematangkan mental, spiritual, dan intelektual sebelum terjun ke masyarakat atau melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara simultan di dua lokasi: Aula Pondok Putri untuk jenjang MA/SMK dan Masjid Pondok Putri untuk jenjang MTs. Meski terbagi dalam lokasi berbeda, prosesi pembukaan dan penutupan dilaksanakan secara khidmat dalam satu kesatuan forum di Aula Pondok Putri.
Ketua Panitia Pelaksana, Ustadzah Friska Rahmadani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bekal praktis bagi santri dan santriwati yang akan segera menyandang status alumni. “Pembekalan ini adalah kompas bagi ratusan santri dan santriwati kelas akhir kita. Fokus kami adalah memastikan setiap santri dan santriwati membawa nilai-nilai pesantren sebagai identitas diri ke mana pun mereka melangkah,” ujar Ustadzah Friska.
Selama empat hari, ratusan peserta menerima materi komprehensif dari narasumber kompeten. Materi disajikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan usia santri dan santriwati:
- Pembukaan: Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Basuni dengan tema “Eksistensi Santri bagi Masyarakat.”
- Spiritual & Sosial: Ustadz Nor Zikri, S.Pd. dan Ustadzah Hanifah, S.Pd. memberikan panduan “Kepengurusan Jenazah.”
- Motivasi & Pengembangan Diri:
Ustadz Mahrian, S.Pd. membahas “Dinamika Cinta Remaja dan Prioritas Masa Depan.”
Ustadz Suleman, S.Pd.I. dengan tema “Ready to Leave, Ready to Grow.”
Ustadz Muhammad Ruliyadi, S.Pd.I. mengulas “Problematika Remaja dan Solusinya.“
Ustadzah Elisa Hayatun, S.E. memandu “sesi Refleksi Mengenai Pemilihan Jalur Karier, Kuliah, atau Pengabdian.“ - Era Digital & Global: Ustadz Sayidiman, ST., M.Eng. dengan topik “Scroll Bijak, Bicara Bijak di Era Digital” serta Ustadzah Lena Hanifa, S.H., LL.M., Ph.D. tentang “Peran Penguasaan Bahasa Asing bagi santri.”
- Kesehatan & Keamanan: Edukasi dari Puskesmas mengenai “Kesehatan Fisik-Mental,” Polres Hulu Sungai Tengah terkait “Bahaya Narkoba dan Bullying,” serta Kodim 1002 HST mengenai “Jiwa Nasionalisme.”
- Penutupan: Ustadzah Elisa Hayatun, S.E. dengan tema “Bekal Hari Ini adalah Bekal untuk Masa Depan.“
Aminah Humairah, santriwati kelas XII MA, mengaku mendapatkan perspektif baru. “Materi mengenai prioritas antara kuliah, karier, dan pengabdian sangat membuka pikiran saya. Saya merasa lebih percaya diri untuk menentukan langkah setelah lulus nanti,” tuturnya.
Senada dengan itu, Muhammad Khilal Ramadhan, santri kelas IX MTs, menyampaikan kesan mendalam terkait materi etika digital. “Penyampaian tentang bijak bersosial media sangat relevan bagi kami generasi muda. Saya sadar bahwa apa yang kita bagikan di dunia maya mencerminkan karakter kita sebagai santri,” jelasnya.






![]()