Uji Kemampuan Bahasa Inggris Internasional, 22 Santri PPM Darul Istiqamah Ikuti Cambridge Competition Tingkat Kabupaten HST

Barabai (PPM Darul Istiqamah) — Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah kembali menunjukkan taringnya dalam penguasaan bahasa asing di level kompetisi. Sebanyak 22 santri dan santriwati terbaik resmi didelegasikan untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Cambridge Competition tingkat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Seleksi tahap awal ini digelar secara simultan di ruang pertemuan pondok putra dan perpustakaan pondok putri, Selasa (19/5/2026).

Cambridge Competition merupakan ajang pembuktian kecakapan berbahasa Inggris yang menguji tiga aspek kemampuan inti, yakni reading (membaca), listening (mendengar), dan speaking (berbicara). Mengacu pada petunjuk teknis (juknis) kompetisi, seluruh peserta harus melewati seleksi yang ketat dan berlapis. Kompetisi ini diawali dengan babak kualifikasi (qualification round) berupa tes reading secara online yang berlangsung hari ini.

Selanjutnya, peserta yang lolos akan menempuh babak semi final pada 30 Mei untuk uji pendengaran (listening). Babak final akan dilaksanakan pada 18 Juni berupa tes berbicara (speaking), dan puncaknya adalah babak grand final berupa penampilan langsung pada 29–30 Juni mendatang. Pada tahap awal kualifikasi ini, para peserta langsung ditantang dengan standarisasi soal global yang mengukur akurasi tata bahasa serta pemahaman teks secara mendalam.

Pada edisi kompetisi babak kualifikasi kali ini, PPM Darul Istiqamah mengirimkan representasi kuat dari tiga jenjang pendidikan yang berbeda. Delegasi tersebut terdiri dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 5 santri dan 5 santriwati, jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 4 santri dan 6 santriwati, serta jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diwakili oleh 1 santri dan 1 santriwati.

Koordinator Lomba Akademik PPM Darul Istiqamah, Ustadzah Mawaddatur Rahmah, S.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari peta jalan pondok untuk membawa para santri bersaing di kancah global. Persiapan intensif pun telah dilakukan demi menembus standarisasi penilaian Cambridge yang terkenal ketat.

Kami tidak hanya ingin santri dan santriwati jago bahasa Arab, tetapi juga fasih dan teruji dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Melalui Cambridge Competition ini, mental dan kompetensi objektif anak-anak benar-benar ditempa. Format ujian yang berjenjang menuntut konsentrasi penuh. Besar harapan kami, melalui ikhtiar bimbingan yang telah berjalan selama ini, anak-anak diberikan kelancaran hingga mampu melaju ke babak grand final,” ujar Ustadzah Mawaddatur Rahmah.

Suasana di lokasi ujian terpantau sangat kondusif. Para santri di ruang pertemuan putra maupun santriwati di area perpustakaan putri tampak fokus di depan layar laptop masing-masing. Mereka dengan teliti mencermati baris demi baris teks ujian membaca demi meminimalisir kesalahan mendasar.

Antusiasme tinggi juga terpancar dari raut wajah para peserta. Ahmad Erwin Maulana, salah satu santri yang menjadi delegasi dalam kompetisi ini, mengungkapkan rasa bangga sekaligus tantangan tersendiri yang ia rasakan selama ujian berlangsung.

Soal-soal dalam Cambridge Competition ini tingkat kesulitannya cukup tinggi dan membutuhkan analisis yang cepat, terutama pada bagian teks reading untuk menemukan ide pokok paragraf. Namun, atmosfer kompetisinya sangat seru. Mohon doanya dari para ustadz dan ustadzah serta seluruh kawan-kawan di pondok agar kami semua bisa memberikan hasil terbaik untuk PPM Darul Istiqamah,” ungkap Ahmad Erwin Maulana dengan penuh semangat.

Pihak pondok pesantren berharap, melalui ajang ini, iklim berbahasa asing di lingkungan pondok semakin terpacu dan terus melahirkan kader-kader santri yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai kepesantrenan.

Loading