
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Para asatidz Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah menggelar musyawarah bulanan bersama Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Basuni. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan utama pondok pada Senin malam (11/05/2026) dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Musyawarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali semangat, komitmen, serta tanggung jawab para pendidik dalam menjalankan amanah mencerdaskan dan membimbing para santri di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah evaluasi serta penguatan arah pembinaan pendidikan agar berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Hasan Basuni menyampaikan taujihat dengan menyoroti kondisi umat Islam saat ini serta dinamika global yang terjadi. Beliau menyinggung berbagai peristiwa dunia yang menurut beliau menjadi bagian dari tanda-tanda kebangkitan umat Islam, sekaligus mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam menjaga identitas keislaman.
Beliau mengajak para asatidz untuk terus berjuang menegakkan nilai-nilai Islam melalui pendidikan dan penguatan keimanan para santri di pondok.
“Umat Islam harus bangkit dengan memperkuat keislaman yang sudah ada. Tugas kita adalah mendidik dan membimbing santri agar kelak mampu berjuang di jalan Allah li i’lai kalimatillah,” ungkap K.H. Hasan Basuni.
Dalam tausiyahnya, K.H. Hasan Basuni juga menyampaikan kisah beberapa dokter di London yang memutuskan memeluk Islam setelah melakukan penelitian ilmiah terkait keunikan tubuh manusia dalam kondisi tertentu, termasuk fenomena keringat dan kebersihan tubuh.
Beliau menegaskan bahwa penemuan ilmiah modern sering kali sejalan dengan kebenaran yang telah dijelaskan dalam Islam sejak lebih dari 14 abad yang lalu melalui Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Hal ini, menurut beliau, menjadi bukti bahwa ajaran Islam bersifat universal dan relevan sepanjang zaman, baik secara spiritual maupun ilmiah.
Beliau juga mengutip ungkapan hikmah, “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” (barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya), sebagai pengingat pentingnya refleksi diri dalam kehidupan seorang pendidik dan penuntut ilmu.
Pesan penutup beliau menekankan bahwa modal utama dalam menghadapi kehidupan bukanlah materi, melainkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.
Musyawarah bulanan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pimpinan dan para asatidz dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan karakter santri di PPM Darul Istiqamah, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
![]()