PPMDI Putri Tempat Persemaian Pendidik

Perfotoan Para Peserta ‘Amaliyatu at-Tadris bersama Para Ustadzaat Senior TA 2021-2022

Barabai – Di Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah (PPMDI) Putri terdapat sebuah program yang dikhususkan untuk santriwati kelas akhir (XII MA & SMK)., Kamis, (9/6).

Program yang menjadi salah satu ujian bagi santriwati sebelum menamatkan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah ini disebut ‘Amaliyatu at-Tadris (praktik mengajar).

Dalam kegiatan ini, seluruh santriwati akhir yang berjumlah 82 orang akan mendapatkan giliran untuk mengajar. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok.

Semuanya akan mendapatkan jadwal mengajar pelajaran tertentu, di kelas tertentu pula, sesuai yang ditetapkan panitia penanggung jawab.

Ketika salah seorang anggota kelompok tampil untuk mengajar, maka teman-teman kelompoknya yang dibimbing oleh 4 (empat) orang ustadzah pembimbing, mengamati dengan seksama jalannya proses belajar mengajar di kelas, kemudian memberikan kritikan yang membangun kepada pengajar. Di sinilah mereka benar-benar diuji ketahanan mentalnya.

Yang menjadikan kegiatan ini semakin menantang adalah, pelajaran yang diajarkan merupakan pelajaran berbahasa Arab dan Inggris, sehingga pengajarannyapun menggunakan bahasa pengantar Arab dan Inggris. Namun, dengan persiapan yang matang dan bimbingan intensif dari ustadzah yang lebih senior, para santriwati kelas akhir bisa melalui kegiatan ini dengan baik.

Ketua pelaksana kegiatan ‘amaliyatu at-tadris melalui Ustadzah Lenny Herdayanti Rukmana, S.Pd berpesan kepada seluruh santriwati kelas akhir untuk mempersiapkan perangkat dan materi pembelajaran dengan semaksimal mungkin agar lebih siap dalam mengajar nantinya.

“Jadilah antunna guru yang hadirnya ditunggu, tiadanya dirindu, ilmunya diburu, nasehatnya diseru, dan akhlaknya ditiru”., Pungkas Ustadzah Lenny.

‘Amaliyatu at-Tadris (praktik mengajar) di PPMDI ini juga dilaksanakan di pondok putra. Mereka juga diwajibkan untuk melewati program ini sebelum menamatkan pendidikan di PPMDI.

Jika dibayangkan, kegiatan ini sepertinya berat untuk dijalani. Namun dengan usaha, kerja keras, doa, dan bimbingan para asatidz dan ustadzaat, para santri/santriwati berhasil melewati kegiatan ini. Bahkan mereka terlihat begitu antusias dan sangat menikmatinya.

Penulis: Baqi
Foto: Wahdatunnisa