
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Pasca libur panjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah kembali mengaktifkan program unggulan Irtiqo’ullughah Arobiyah wa Injiliziyyah (perbaikan bahasa Arab dan Inggris) sebagai upaya memperkuat kompetensi bahasa santri dan santriwati. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (1/4/2026), bertempat di masjid pondok putra untuk santri putra dan di aula pondok putri untuk santriwati.
Program Irtiqo’ullughah merupakan kegiatan pembinaan bahasa yang bertujuan meningkatkan kemampuan santri, baik dalam penguasaan teori maupun keterampilan praktik berbahasa secara aktif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok pesantren. Melalui program ini, berbagai kesalahan penggunaan bahasa yang kerap terjadi dalam komunikasi sehari-hari turut dikoreksi dan diperbaiki secara langsung.
Di tengah arus globalisasi yang semakin pesat, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Bahasa Arab sebagai bahasa agama dan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menunjang keberhasilan akademik, tetapi juga dalam memperdalam pemahaman keislaman serta memperluas wawasan santri dan santriwati terhadap dunia global.
Melalui pengaktifan kembali program ini, pihak pondok pesantren berkomitmen menciptakan lingkungan berbahasa yang aktif, komunikatif, dan berkelanjutan. Santri dan santriwati didorong untuk membiasakan penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas, sehingga terbentuk budaya bahasa yang kuat dan konsisten.
Ketua Koordinator Penggerak Bahasa PPM Darul Istiqamah Putri, Ustadzah Noviea Herliyani, S.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas santri dan santriwati.
“Program Irtiqo’ullughah Arobiyah wa Injiliziyyah ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi bahasa santri secara menyeluruh, baik dari sisi pemahaman maupun praktik. Kami berharap santri dan santriwati tidak hanya mampu memahami kaidah bahasa, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dalam menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari,” ujar Ustadzah Noviea.
Lebih lanjut, Ustadzah Noviea menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan komitmen seluruh elemen pondok pesantren.
“Dengan dukungan para asatidz dan ustadzaat serta kesadaran santri dan santriwati untuk terus berlatih, kami optimistis program ini mampu menciptakan lingkungan bahasa yang aktif dan produktif, serta melahirkan generasi santri dan santriwati yang unggul dan siap bersaing di tingkat global,” tambah Ustadzah Noviea.
Sementara itu, salah satu santriwati kelas XI MA, Deanita Yulyanti, mengaku antusias dengan kembali diaktifkannya program tersebut.
“Ana merasa senang dengan dimulainya kembali program Irtiqo’ullughah ini, karena membantu kami lebih terbiasa menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga memotivasi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa secara aktif,” ungkapnya.
Dengan diaktifkannya kembali program Irtiqo’ullughah Arobiyah wa Injiliziyyah, diharapkan seluruh santri dan santriwati PPM Darul Istiqamah mampu meningkatkan keterampilan berbahasa asing secara signifikan serta menjadikannya sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan.


![]()