
Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah menggelar kegiatan pembekalan ‘Amaliyatu Tadris atau praktik mengajar bagi santri kelas XII Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pondok putri dan dihadiri oleh panitia pelaksana serta dewan guru pembimbing. Jum’at (9/5/2026).
Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh sebanyak 103 santri dan santriwati kelas akhir jenjang MA dan SMK sebagai peserta ‘Amaliyatu Tadris. Program tersebut menjadi salah satu agenda tahunan pondok dalam mempersiapkan para santri agar memiliki kemampuan dasar mengajar sebelum terjun langsung melaksanakan praktik di kelas.
Pembekalan dilaksanakan selama tiga hari sebagai bentuk persiapan awal bagi peserta sebelum memasuki praktik lapangan. Pada hari pertama dan kedua, peserta menerima berbagai materi teori yang berkaitan dengan metodologi pembelajaran, teknik komunikasi efektif di dalam kelas, pengelolaan kelas, penyusunan perangkat pembelajaran, serta etika seorang pendidik.
Sementara itu, pada hari ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang, peserta akan mengikuti sesi praktik micro teaching secara langsung. Dalam sesi tersebut, dua ustadz pembimbing akan memberikan simulasi dan contoh praktik mengajar yang baik dan efektif sebagai acuan bagi para peserta dalam melaksanakan ‘Amaliyatu Tadris nantinya.
Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mental, kemampuan pedagogik, serta keterampilan berbicara para santri sebelum tampil sebagai pengajar di hadapan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab bagi para santri sebagai calon pendidik dan pemimpin masa depan.
Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Ahmad Zaki Al-Hafizhi, menyampaikan bahwa pembekalan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ‘Amaliyatu Tadris karena para peserta akan dibimbing secara menyeluruh, baik dari segi teori maupun praktik mengajar.
“Melalui pembekalan ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada para santri mengenai bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik, mulai dari cara menyampaikan materi, mengelola kelas, hingga membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Harapannya, para peserta nantinya dapat melaksanakan praktik mengajar dengan percaya diri dan penuh tanggung jawab,” ujar Ustadz Zaki.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ‘Amaliyatu Tadris bukan hanya sekadar program praktik mengajar, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan pengabdian santri kepada masyarakat.
“Santri akhir harus memiliki kesiapan untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami berupaya menanamkan jiwa leadership, kedisiplinan, serta kemampuan berinteraksi yang baik agar mereka mampu menjadi alumni yang bermanfaat di mana pun berada,” tambah Ustadz Zaki.
Adapun pelaksanaan ‘Amaliyatu Tadris dijadwalkan mulai aktif berlangsung pada Selasa (12/5/2026) dengan pelaksanaan perdana praktik mengajar, dan akan berlanjut hingga Senin (18/5/2026). Selama periode tersebut, para peserta akan melaksanakan praktik mengajar secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.


![]()