Siapkan Calon Pendidik, PPM Darul Istiqamah Gelar Percontohan ‘Amaliyatu Tadris

Barabai (PPM Darul Istiqamah) – Pondok Pesantren Modern (PPM) Darul Istiqamah menggelar kegiatan percontohan ‘Amaliyatu Tadris atau praktik micro teaching bagi 103 santri dan santriwati kelas akhir XII Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (11/5/2026). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pondok putri untuk santriwati dan di masjid pondok putra untuk santri, sebagai bagian dari rangkaian pembekalan sebelum pelaksanaan praktik mengajar secara langsung.

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada para peserta mengenai teknik dan tata cara mengajar yang baik dan efektif sebelum mereka melaksanakan ‘Amaliyatu Tadris di kelas masing-masing. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pelatihan mental, keterampilan berbicara, serta penguasaan kelas bagi para santri kelas akhir.

Koordinator Kegiatan Akademik PPM Darul Istiqamah, Ustadzah Mawaddatur Rahmah, S.Pd., menuturkan bahwa praktik micro teaching merupakan salah satu tahapan penting dalam membentuk kesiapan santri sebagai calon pendidik yang kompeten dan percaya diri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh secara langsung kepada para santri tentang bagaimana teknik mengajar yang baik, mulai dari cara membuka pelajaran, menyampaikan materi, mengelola kelas, hingga menutup pembelajaran dengan efektif. Kami berharap para peserta mampu memahami dan menerapkan metode pengajaran yang telah dicontohkan saat pelaksanaan ‘Amaliyatu Tadris nanti,” tutur Ustadzah Mawaddatur Rahmah.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pondok dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para santri, khususnya dalam penggunaan bahasa asing di lingkungan pembelajaran.

Melalui praktik ini, para santri dilatih untuk tampil percaya diri dan terbiasa menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, namun juga menjadi nilai lebih bagi para santri dalam meningkatkan kemampuan berbahasa asing,” tambah Ustadzah Mawaddatur Rahmah.

Adapun praktik micro teaching di lingkungan pondok putra diperagakan oleh Ustadz M. Noor Syahfitri dengan mata pelajaran Stories in English dan Ustadz Muhammad Al-Hikami Putra dengan mata pelajaran Muthala’ah atau Qiraatur Rasyidah. Sementara itu, praktik di pondok putri diperagakan oleh Ustadzah Mahmudah dengan mata pelajaran Stories in English serta Ustadzah Luthfia dengan mata pelajaran Mahfuzhat.

Dalam praktik tersebut, para pemeraga menampilkan berbagai metode pengajaran interaktif yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik di dalam kelas. Para santri tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan serta memperhatikan setiap teknik dan metode yang dicontohkan oleh para ustadz dan ustadzah pembimbing.

Kegiatan micro teaching ini menjadi semakin menantang karena para santri kelas akhir nantinya diwajibkan melaksanakan praktik mengajar menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pondok dalam membentuk lulusan yang unggul dalam kemampuan akademik sekaligus keterampilan berbahasa asing.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta aktif mencatat materi dan teknik pembelajaran yang diperagakan sebagai bekal menghadapi praktik mengajar yang akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ‘Amaliyatu Tadris.

Loading